Lewati ke konten
Dhuha .id

Jenis Laporan Keuangan dan Fungsinya

4 menit baca

Daftar isi

Banyak pemilik bisnis mengira laporan keuangan hanya soal “untung atau rugi”. Padahal, ada beberapa jenis laporan keuangan yang masing-masing menjawab pertanyaan berbeda tentang kesehatan usaha Anda.

Menurut PSAK Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan — standar teknis di dalam SAK; mis. PSAK 201 mengatur penyajian laporan keuangan. 201 (Penyajian Laporan Keuangan) — sebelumnya bernomor PSAK 1, kini di-renumber dalam kerangka SAK Standar Akuntansi Keuangan — pedoman penyusunan dan penyajian laporan keuangan di Indonesia. Indonesia, dan diterbitkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI — laporan keuangan yang lengkap terdiri dari lima jenis: laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, ada versi yang lebih ringkas (tiga jenis) yang akan saya bahas di bagian akhir.

5
Jenis (PSAK 201)
laporan keuangan lengkap
3
Jenis (SAK EMKM)
versi ringkas untuk UMKM
2027
PSAK 118 berlaku
adopsi IFRS 18

Berikut fungsi setiap jenis, dan pertanyaan bisnis yang dijawabnya.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi menunjukkan apakah bisnis untung atau rugi selama satu periode. Ia merangkum seluruh pendapatan dikurangi seluruh beban — hasilnya laba bersih (jika positif) atau rugi bersih (jika negatif).

Dalam PSAK 201, laporan ini disebut Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain. Inilah laporan yang menjawab pertanyaan paling sering ditanyakan pemilik usaha: “Bulan ini saya untung berapa?” Dari sini pula Anda bisa melihat margin, beban mana yang membengkak, dan apakah harga jual sudah menutup biaya.

2. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Laporan posisi keuangan — sering disebut neraca Laporan posisi keuangan — ringkasan aset, liabilitas, dan ekuitas pada satu titik waktu. — menunjukkan apa yang dimiliki dan apa yang menjadi kewajiban bisnis pada satu titik waktu tertentu. Isinya tiga kelompok: aset (harta), liabilitas (utang), dan ekuitas Modal pemilik dalam bisnis — selisih antara aset dan liabilitas. (modal pemilik).

Neraca selalu mengikuti persamaan dasar akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Jika laba rugi adalah “rekaman video” selama satu periode, neraca adalah “foto” kondisi keuangan pada tanggal tertentu — misalnya per 31 Desember. Laporan ini menjawab: “Seberapa kuat posisi keuangan usaha saya saat ini?“

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas menjelaskan bagaimana modal pemilik bergerak selama satu periode. Ia menghubungkan saldo modal awal dengan saldo modal akhir.

Isinya antara lain tambahan setoran modal, laba (atau rugi) periode berjalan yang menambah/ mengurangi modal, serta pengambilan oleh pemilik (prive) atau pembagian dividen. Laporan ini menjawab: “Modal saya bertambah atau berkurang, dan karena apa?“

4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menunjukkan ke mana uang tunai masuk dan keluar selama satu periode, dikelompokkan menjadi tiga aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan.

Ini penting karena laba tidak sama dengan kas. Sebuah usaha bisa mencatat laba di laporan laba rugi tetapi tetap kesulitan membayar tagihan karena uangnya tertahan di piutang atau stok. Laporan arus kas menjawab pertanyaan klasik: “Untung kok kasnya selalu seret?” — dan membantu menjaga likuiditas Kemampuan bisnis memenuhi kewajiban jangka pendek dengan kas atau aset yang mudah dicairkan. .

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan (CaLK) berisi penjelasan dan rincian di balik angka-angka pada keempat laporan sebelumnya. Tanpa catatan ini, laporan keuangan mudah disalahartikan.

CaLK memuat kebijakan akuntansi yang dipakai, rincian akun tertentu (misalnya rincian aset tetap atau utang), serta informasi penting lain yang tidak muat di muka laporan. Inilah bagian yang membuat laporan keuangan bisa diaudit dan dipercaya pihak luar seperti bank atau investor.

Ringkasan kelima jenis

Jenis laporan Menjawab pertanyaan Sifat
Laba Rugi Untung atau rugi selama periode? Periode (rentang waktu)
Posisi Keuangan (Neraca) Apa yang dimiliki & diutang? Titik waktu (tanggal)
Perubahan Ekuitas Modal bertambah/berkurang & kenapa? Periode (rentang waktu)
Arus Kas Ke mana uang tunai mengalir? Periode (rentang waktu)
Catatan (CaLK) Penjelasan di balik angka? Pelengkap

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Laporan keuangan untuk UMKM (SAK EMKM)

Untuk usaha berskala mikro, kecil, dan menengah, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan SAK EMKM Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah — versi standar yang lebih sederhana untuk UMKM (tiga jenis laporan). — standar yang lebih sederhana. Laporan keuangan menurut SAK EMKM cukup tiga jenis:

  • Laporan Posisi Keuangan (neraca)
  • Laporan Laba Rugi
  • Catatan atas Laporan Keuangan

Artinya, Anda tidak perlu langsung membuat lima laporan sekaligus. Mulailah dari yang wajib sesuai skala usaha, lalu tingkatkan kelengkapannya seiring bisnis tumbuh dan kebutuhan pelaporan (misalnya untuk pengajuan kredit) bertambah.

Bagaimana kelimanya saling terhubung

Kelima laporan bukan dokumen terpisah, melainkan satu kesatuan. Laba bersih dari laporan laba rugi mengalir ke laporan perubahan ekuitas; saldo ekuitas akhir lalu muncul di neraca; pergerakan kas yang menjelaskan perubahan saldo kas di neraca dirinci dalam laporan arus kas; dan semuanya diperjelas oleh catatan. Ketika kelimanya konsisten, itulah tanda pembukuan Anda rapi.

Checklist kesiapan laporan keuangan

Sebelum menyusun laporan, pastikan dasar-dasarnya beres:

Penutup

Memahami jenis laporan keuangan membantu Anda membaca kondisi bisnis dari berbagai sudut: profitabilitas (laba rugi), kekuatan posisi (neraca), pergerakan modal (perubahan ekuitas), dan likuiditas (arus kas) — semuanya diperjelas oleh catatan.

Memahami kelima laporan itu satu hal; menyusunnya rutin dan rapi hal lain. Lewat layanan laporan keuangan & pembukuan, saya bantu siapkan laporan yang siap dipakai untuk bank, investor, atau sekadar memahami bisnis Anda sendiri.

Butuh laporan keuangan yang siap dipakai?

Cerita dulu kebutuhan Anda — untuk bank, investor, atau kontrol internal. Ngobrol awal gratis, tanpa komitmen.

Pertanyaan umum

Ada berapa jenis laporan keuangan?

Menurut PSAK 201, laporan keuangan lengkap terdiri dari lima jenis: laba rugi, posisi keuangan (neraca), perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Untuk UMKM, SAK EMKM menyederhanakannya menjadi tiga.

Apa perbedaan laba rugi dan arus kas?

Laba rugi mengukur untung/rugi (termasuk transaksi non-tunai seperti piutang), sedangkan arus kas hanya melacak uang tunai yang benar-benar masuk dan keluar. Sebuah usaha bisa untung tetapi kasnya seret.

Apakah UMKM wajib membuat kelima laporan?

Tidak. UMKM dapat memakai SAK EMKM yang hanya mensyaratkan tiga laporan: posisi keuangan, laba rugi, dan catatan. Laporan arus kas dan perubahan ekuitas tidak diwajibkan.

Apakah ini termasuk pelaporan pajak?

Tidak. Layanan saya fokus pada pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. Pelaporan pajak sebaiknya ditangani konsultan pajak yang memiliki izin praktik sesuai ketentuan.

Referensi

  1. PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan — Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI)
  2. SAK EMKM — Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah — Ikatan Akuntan Indonesia
  3. Pengesahan PSAK 118 (adopsi IFRS 18) — Ikatan Akuntan Indonesia