Lewati ke konten
Dhuha .id

Cari panduan

Tekan Esc untuk tutup · ↑↓ navigasi
Keuangan & Perpajakan

Pembukuan & Laporan Keuangan

Banyak UMKM berjalan bertahun-tahun tanpa laporan keuangan yang terpisah dari rekening pribadi — hingga saat pengajuan kredit atau pemeriksaan pajak, barulah masalah muncul. Layanan ini menyusun pembukuan rutin dan laporan keuangan periodik sesuai standar akuntansi yang berlaku, disesuaikan dengan skala dan kebutuhan masing-masing usaha.

Berpengalaman menyusun laporan keuangan sesuai SAK EMKM dan SAK EP untuk UMKM dari beragam sektor — jasa, dagang, manufaktur, dan konstruksi.

Ketika Laporan Keuangan Bukan Sekadar Formalitas

Usaha yang berjalan tanpa laporan keuangan terstruktur tidak berarti tidak ada catatan — biasanya ada, tapi tersebar: sebagian di aplikasi kasir, sebagian di nota fisik, sebagian di ingatan pemilik. Kondisi ini bisa bertahan bertahun-tahun tanpa terasa masalah, sampai muncul di momen yang paling tidak tepat: saat mengajukan KUR, saat auditor bank meminta neraca tiga tahun terakhir, atau saat ada sengketa dengan mitra yang memerlukan bukti tertulis.

Dhuha menangani pembukuan dan penyusunan laporan keuangan untuk usaha dari skala UMK hingga menengah — dengan pendekatan yang dimulai dari kondisi aktual usaha, bukan dari template generik. Standar yang dipakai (SAK EMKM atau SAK EP) dipilih berdasarkan kebutuhan pelaporan nyata, bukan asumsi.

Tanda-tanda Anda membutuhkan layanan ini

  • Rekening bank usaha dan rekening pribadi masih bergabung atau baru dipisahkan tapi pencatatan belum terkonsolidasi
  • Tidak ada laporan laba rugi yang siap ditunjukkan ke pihak lain dalam waktu 24 jam
  • Setiap akhir tahun ada kebingungan apakah usaha sebenarnya untung atau hanya ramai
  • Bank atau lembaga pembiayaan pernah menolak pengajuan karena laporan keuangan tidak sesuai standar
  • Ada rencana kerja sama, joint venture, atau due diligence yang memerlukan laporan keuangan terverifikasi

Pendekatan kerja

Setiap klien dimulai dengan audit kondisi awal: apa yang sudah ada, apa yang belum, dan di mana celah pencatatan yang paling kritis. Dari situ baru dilakukan setup — bagan akun yang sesuai sektor usaha, periode pelaporan yang realistis, dan format laporan yang akan berguna untuk tujuan spesifik klien.

Pembukuan rutin dikerjakan per periode yang disepakati. Laporan akhir periode disertai interpretasi ringkas: kondisi kas, tren laba, dan catatan untuk perhatian periode berikutnya — bukan sekadar daftar angka yang diserahkan tanpa konteks.

Situasi yang sering ditangani

Sebuah usaha jasa kontraktor berjalan lima tahun dengan catatan di spreadsheet sederhana. Saat mengikuti tender proyek pertama kali, panitia meminta laporan keuangan dua tahun terakhir yang sudah direkonsiliasi dengan mutasi bank. Proses rekonstruksi dokumen keuangan dua tahun ke belakang membutuhkan waktu tiga minggu dan memperlambat seluruh proses tender.

Kasus seperti ini berulang di berbagai sektor — bukan karena tidak ada pencatatan, tapi karena catatan yang ada tidak pernah dikonversi ke format laporan keuangan standar yang bisa diverifikasi pihak luar.

Cakupan layanan

Yang termasuk dalam layanan ini:

  • Pembukuan rutin (harian, mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan)
  • Laporan laba rugi (income statement)
  • Neraca (balance sheet)
  • Laporan arus kas
  • Rekonsiliasi rekening bank
  • Penyusunan laporan keuangan per periode (bulanan/triwulanan/tahunan)

Untuk siapa

  • UMKM yang ingin laporan keuangan teratur dan akurat
  • Pelaku usaha yang memerlukan laporan keuangan untuk pengajuan kredit atau menarik investor
  • Badan usaha yang membutuhkan laporan keuangan untuk memenuhi kewajiban perpajakan

Alur kerja

Proses dari awal konsultasi hingga penyelesaian:

  1. 1 Konsultasi kebutuhan & audit kondisi keuangan awal
  2. 2 Setup sistem pencatatan & klasifikasi akun
  3. 3 Pembukuan rutin per periode yang disepakati
  4. 4 Penyusunan & penyerahan laporan keuangan

Bacaan untuk memperdalam pemahaman sebelum berkonsultasi:

Pertanyaan umum

Standar akuntansi apa yang digunakan?
SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk UMKM yang tidak wajib audit, atau SAK EP (Entitas Privat) bagi yang memerlukan laporan lebih komprehensif. Pemilihan standar disesuaikan dengan skala dan kebutuhan masing-masing usaha.
Dokumen apa yang perlu disiapkan klien?
Umumnya diperlukan: nota/faktur pembelian dan penjualan, mutasi rekening bank, bukti pengeluaran operasional, dan daftar aset usaha. Daftar lengkapnya disepakati saat konsultasi awal agar tidak ada yang terlewat.
Seberapa sering laporan keuangan diserahkan?
Bergantung kebutuhan — bisa bulanan (paling umum untuk UMKM yang membutuhkan kontrol kas ketat), triwulanan, atau tahunan. Frekuensi ini disepakati saat setup awal dan dapat disesuaikan di tengah jalan.
Apakah layanan ini mencakup rekonsiliasi pajak?
Rekonsiliasi rekening bank sudah termasuk. Rekonsiliasi fiskal untuk keperluan SPT pajak termasuk dalam layanan Pelaporan Pajak yang terpisah — namun keduanya dapat dikombinasikan untuk efisiensi.
Apa perbedaan pembukuan dan pencatatan sederhana?
Pencatatan (NPPN) hanya mencatat penerimaan dan pengeluaran — cukup untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dengan peredaran bruto di bawah ambang tertentu. Pembukuan menghasilkan laporan keuangan lengkap (laba rugi, neraca, arus kas) dan umumnya wajib untuk badan usaha atau pelaku usaha yang mengajukan kredit.
Kenapa tidak cukup pakai software akuntansi sendiri seperti Excel atau aplikasi kasir?
Software mencatat transaksi, tapi tidak otomatis menghasilkan laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi. Excel bisa membuat angka yang seolah-olah laporan, tapi tanpa bagan akun yang benar dan prinsip akuntansi yang konsisten, hasilnya tidak bisa diandalkan untuk pengajuan kredit, pemeriksaan pajak, atau pengambilan keputusan bisnis. Layanan ini memastikan laporan yang dihasilkan dapat diverifikasi dan dipertahankan di hadapan pihak ketiga.
Seberapa banyak keterlibatan saya yang diperlukan selama proses?
Keterlibatan klien paling besar ada di awal: menyediakan dokumen (nota, mutasi bank, bukti pengeluaran) sesuai periode yang disepakati. Setelah sistem berjalan, klien biasanya hanya perlu menyerahkan dokumen rutin dan menjawab pertanyaan klarifikasi yang muncul. Seluruh proses pembukuan dan penyusunan laporan dikerjakan tanpa perlu klien memahami teknis akuntansi.

Ada pertanyaan?

Diskusikan kebutuhan terlebih dahulu, tanpa komitmen.